MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MENGELOLA SDM MILLINEAL)

No Image Available

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MENGELOLA SDM MILLINEAL)

 Penulis: M. IKHWAN MAULANA HAERUDDIN & UHUD DARMAWAN NATSIR EDITOR : DR. SITTI MUJAHIDA BAHARUDDIN, S.PD, SE., MM  Penerbit: INTELEKTUAL KARYA NUSANTARA (IKN)  Diterbitkan: February 10, 2023  ISBN: 978-623-93040-1-0  Halaman: 143  Tags: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA | MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA MENGELOLA SDM MILLINEAL | MENGELOLA SDM MILLINEAL More Details
 Description:

Dunia selalu berubah sepanjang waktu. Perubahan ini terjadi dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Menurut (Robbins et al., 2015), manusia memiliki kebutuhan untuk berkembang dan melakukan perubahan di dalam kehidupannya. Berdasarkan pernyataan tersebut, manusia selalu mencari upaya untuk menciptakan sesuatu yang baru. Karya-karya yang dibuat oleh manusia salah satunya adalah perkembangan teknologi. Teknologi sudah menjadi bagian keseharian yang tidak dapat lepas dari kehidupan bermasyarakat. Generasi milenial sedang mendominasi dunia, termasuk di ranah tenaga kerja. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2016, jumlah tenaga kerja Milenial mengambil tempat sebanyak 40 persen dari total tenaga kerja Indonesia atau sebanyak 62,5 juta pekerja. Strategi manajemen sumber daya manusia dalam mengelola kepemimpinan milenial untuk meningkatkan produktivitas karyawan dengan dukungan teknologi modern. Seorang diangkat menjadi pemimpin jika ia dianggap memiliki kemampuan yang memenuhi kebutuhan sesuai perusahaannya masing-masing. Pemimpin di zaman sekarang terdiri dari berbagai macam generasi. Generasi yang cukup menjadi perhatian saat ini adalah generasi millenial. Generasi millenial, menurut (Peña‐Solórzano et al., 2019) adalah mereka yang lahir di antara tahun 1981 –1996. Namun, masih banyak perdebatan antara batasan tahun lahir untuk menentukan kategori generasi millenial. Tahun tersebut adalah tahun umum yang dipakai untuk menentukan batas tahun lahir. Alasannya dikarenakan teori kepemimpinn positif memiliki komponen yang dekatdengan karakteristik generasi millenial yang ada. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi perusahaan dalam mengatur strategi pengelolaan SDM-nya, karena gap generasi ini menghadirkan perbedaan cara kerja, cara pandang, hingga cara komunikasi yang tentunya akan berdampak pada operasional bisnis jika tidak diatasi. Melalui teknologi, generasi milenial akhirnya bisa merasakan manfaat yang sama dan arus informasi ketenagakerjaan pun bisa lebih sistematis dan rapi.

 Back